Binance Hadapi Tekanan Regulasi, Tegaskan Tidak Akan Tinggalkan Eropa

Binance Hadapi Tekanan Regulasi, Tegaskan Tidak Akan Tinggalkan Eropa


Paris/Berlin — Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, menegaskan komitmennya untuk tetap beroperasi di Uni Eropa meski menghadapi hambatan serius dalam memperoleh lisensi di bawah kerangka regulasi baru. Pernyataan ini muncul setelah permohonan izin di Yunani ditolak, menimbulkan ketidakpastian bagi jutaan pengguna di kawasan tersebut.

Komitmen Bertahan di Uni Eropa

“Kami tidak akan meninggalkan Eropa,” ujar Gillian Lynch, Kepala Binance untuk wilayah Eropa dan Inggris Raya, kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan jalur alternatif untuk mendapatkan otorisasi, setelah upaya di Yunani gagal. Binance kini memiliki waktu hingga 30 Juni untuk mengamankan lisensi, sesuai aturan Markets in Crypto-Assets (MiCA), sebelum aktivitasnya di blok tersebut terancam dihentikan.

Baca Juga Perisai Amerika: Pentagon Perkuat Aliansi Militer Kontra-Kartel Bersama Ekuador

Penolakan Regulator dan Kekhawatiran

Sumber yang mengetahui proses menyebutkan bahwa regulator di Irlandia, Latvia, dan Yunani menolak permohonan Binance. Kekhawatiran utama berkisar pada rekam jejak perusahaan terkait pencucian uang, struktur global yang kompleks, serta budaya pengambilan risiko yang dianggap tinggi. Otoritas di ketiga negara enggan berkomentar lebih jauh, namun penolakan ini menyoroti resistensi regulasi yang dihadapi Binance di Eropa.

Investasi Kepatuhan dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Lynch menegaskan bahwa Binance telah berinvestasi besar dalam kepatuhan, mempekerjakan sekitar 1.500 staf khusus, dan tidak memiliki masalah yang belum terselesaikan terkait aplikasinya. Namun, reputasi perusahaan masih dibayangi kasus pendirinya, Changpeng Zhao (CZ), yang pada 2023 mengaku bersalah melanggar undang-undang anti pencucian uang AS dan membayar denda sebesar $4,3 miliar. Meski Lynch menekankan bahwa Zhao “100% telah dikeluarkan” dari perusahaan, pengaruh masa lalu tetap menjadi sorotan regulator.

Regulasi MiCA dan Ujian bagi Industri Kripto

MiCA, kerangka regulasi kripto Uni Eropa yang mulai berlaku tahun lalu, memberi waktu hingga akhir Juni bagi perusahaan untuk memperoleh lisensi di salah satu negara anggota. Lisensi tersebut berfungsi sebagai “paspor” untuk beroperasi di seluruh blok. Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) menegaskan bahwa perusahaan tanpa izin harus segera menghentikan aktivitas mereka secara tertib. Langkah ini akan menjadi ujian pertama bagi kekuatan regulasi baru dalam mengendalikan industri kripto bernilai miliaran dolar.

Baca Juga Tuntutan Baru Trump Mentah, Iran Tolak Konsesi Tanpa Jaminan Hak Ekonomi

Posisi Global Binance

Binance saat ini memiliki lebih dari 300 juta pengguna di seluruh dunia, dengan jutaan di antaranya berada di Eropa. Aplikasi Binance tercatat diunduh lebih dari 4 juta kali di kawasan tersebut tahun lalu, terutama di Prancis, Jerman, dan Spanyol. Namun, perusahaan juga menghadapi kesulitan serupa di pasar lain: tidak memiliki izin di Inggris, pernah diperintahkan keluar dari Jepang, dan kini bergantung pada lisensi utama di Uni Emirat Arab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan di tengah Postingan 2

Kode Iklan atau kode lainnya