Tuduhan Penjarahan oleh Pasukan Israel di Lebanon Selatan Picu Peringatan Keras Militer

Tuduhan Penjarahan oleh Pasukan Israel di Lebanon Selatan Picu Peringatan Keras Militer



Beirut/Jerusalem — Laporan mengenai dugaan penjarahan oleh pasukan Israel (IDF) di Lebanon selatan kembali mencuat, memicu sorotan internasional dan peringatan keras dari pimpinan militer Israel sendiri. Media Israel berhaluan kiri, Haaretz, mengutip kesaksian prajurit dan komandan di lapangan yang menyebut sejumlah properti sipil dirusak dan dijarah dalam operasi militer terbaru.

Rekaman di Media Sosial

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tentara Israel saling merekam sambil bercanda ketika merusak rumah warga. Dalam salah satu rekaman, seorang prajurit terlihat menggunakan palu godam untuk menghancurkan patung di wilayah yang diyakini berada di Lebanon selatan. Konten tersebut memicu kritik luas, termasuk dari dalam Israel sendiri, karena dianggap mencoreng citra militer.

Peringatan dari Kepala Staf IDF

Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Angkatan Darat Israel, menegaskan bahwa praktik penjarahan tidak dapat ditoleransi. “Fenomena penjarahan, jika memang ada, sangat memalukan dan berisiko mencoreng nama IDF secara keseluruhan. Jika insiden seperti itu terjadi, kami akan menyelidikinya,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip AFP, Selasa (28/4).

Militer Israel sebelumnya telah menghukum dua prajurit dengan penahanan 30 hari serta pencabutan tugas tempur setelah terbukti merusak patung Yesus. Zamir juga memperingatkan bahwa penggunaan media sosial untuk menyebarkan konten kontroversial adalah “garis merah” yang tidak boleh dilanggar.

Sikap Resmi Militer Israel

Dalam pernyataan terpisah, IDF menegaskan bahwa segala bentuk kerusakan terhadap properti sipil maupun tindakan penjarahan dipandang serius. Tuduhan semacam itu, menurut militer, akan diperiksa secara menyeluruh dan jika terbukti, pelaku akan menghadapi tindakan disiplin hingga proses pidana.

Ancaman Politik Memanaskan Situasi

Di tengah kontroversi ini, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman keras terhadap Lebanon. Ia menyebut Hizbullah dan pemerintah Lebanon sedang “bermain api” yang dapat “membakar seluruh negeri.” Ancaman itu muncul hanya dua hari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan eskalasi militer terhadap Beirut.


Katz menuduh Presiden Lebanon Joseph Aoun mempertaruhkan masa depan negaranya dengan terus berlindung di bawah pengaruh Hizbullah. “Api akan berkobar dan melahap pohon-pohon cedar Lebanon,” katanya, menggunakan simbol nasional Lebanon sebagai peringatan.

Gencatan Senjata di Persimpangan

Meski ketegangan meningkat, Presiden Aoun menilai gencatan senjata yang berlaku sejak Senin (27/4) sebagai langkah penting menuju negosiasi lebih lanjut dengan Israel. Ia menegaskan bahwa posisi Lebanon telah disampaikan kepada Amerika Serikat, yang berperan sebagai mediator dalam pembicaraan Beirut–Tel Aviv.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan di tengah Postingan 2

Kode Iklan atau kode lainnya