NATO Gelar Latihan Militer Terbesar di Baltik Tanpa Kehadiran AS
NATO gelar latihan militer terbesar di Baltik tanpa kehadiran AS. Ribuan pasukan, puluhan kapal, dan skenario perang realistis digelar di Putlo
Putlos, Jerman (Februari 2026) – Pantai Baltik mendadak berubah menjadi panggung militer raksasa. NATO menggelar latihan perang terbesar tahun ini, melibatkan ribuan pasukan, puluhan kapal, dan peralatan tempur canggih. Namun ada satu hal yang membuat manuver ini berbeda: Amerika Serikat, sekutu terbesar NATO, tidak ikut serta secara langsung.
Pendaratan Spektakuler di Putlos
Operasi pendaratan dilakukan di lapangan latihan Putlos, dekat pulau Fehmarn, Jerman. Sebanyak 15 kapal dan 2.600 pasukan Pasukan Reaksi Sekutu NATO mendarat dengan skenario perang penuh. Total, lebih dari 10.000 pasukan, 1.500 peralatan militer, dan 17 kapal dari 13 negara berpartisipasi. Kontingen terbesar datang dari Turki, Spanyol, Italia, dan Yunani.
Pasukan Reaksi Cepat: Ujung Tombak NATO
Pasukan Reaksi Cepat dikenal sebagai “ujung tombak NATO.” Dalam situasi krisis, mereka harus mampu memobilisasi hingga 40.000 tentara hanya dalam waktu sepuluh hari. Keputusan pengerahan pasukan ini dibuat oleh Dewan Atlantik Utara, menegaskan kesiapan aliansi menghadapi ancaman di sayap timur.
Tanpa Kehadiran AS: Apa Artinya?
Tidak adanya partisipasi langsung Amerika Serikat menjadi sorotan. Biasanya, setiap latihan besar NATO selalu diwarnai kehadiran pasukan AS. Kali ini, Eropa menunjukkan bahwa mereka mampu menggelar operasi skala besar tanpa bergantung penuh pada Washington. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang hadir langsung di lokasi menegaskan bahwa latihan ini adalah bukti solidaritas dan kesiapan militer Eropa.
Skenario Krisis: Dari Selatan ke Timur
Latihan ini mensimulasikan pengerahan cepat pasukan dari Eropa selatan menuju sayap timur NATO. Skenario ini mencerminkan ancaman nyata di kawasan Baltik, terutama terkait ketegangan dengan Rusia. Dengan manuver ini, NATO ingin menunjukkan bahwa mereka siap merespons setiap potensi agresi dengan kekuatan penuh.
Analisis Geopolitik
- Pesan ke Rusia: Latihan ini jelas ditujukan sebagai sinyal bahwa NATO tetap solid, meski tanpa AS di garis depan.
- Pesan ke Dunia: Eropa ingin membuktikan kemandirian militernya, bahwa mereka tidak hanya bergantung pada Washington.
- Pesan ke Publik: NATO berusaha menunjukkan kesiapan menghadapi krisis, sekaligus menenangkan negara-negara anggota di kawasan timur yang merasa terancam.
Dunia Menyaksikan
Dengan ribuan pasukan, puluhan kapal, dan skenario perang realistis, latihan ini menjadi salah satu demonstrasi kekuatan terbesar NATO dalam beberapa tahun terakhir. Meski tanpa kehadiran langsung Amerika Serikat, manuver di Baltik ini menegaskan bahwa aliansi tetap siap menghadapi tantangan global.

.png)