Iran dan Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut di Laut Oman: Sinyal Peringatan ke Amerika?

Iran dan Rusia gelar latihan angkatan laut di Laut Oman dekat kapal induk AS. Sinyal kuat konvergensi militer di tengah ketegangan global.

Iran dan Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut di Laut Oman: Sinyal Peringatan ke Amerika?



Teheran, 19 Februari 2026 – Laut Oman bersiap menjadi panggung demonstrasi kekuatan militer. Iran dan Rusia akan menggelar latihan angkatan laut bersama di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara. Latihan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar manuver besar di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Lokasi latihan disebut sangat dekat dengan keberadaan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln, sehingga banyak pengamat menilai ini sebagai sinyal peringatan langsung ke Washington.

Latar Belakang: Ketegangan di Teluk

Sejak awal 2026, kawasan Teluk kembali memanas. Negosiasi nuklir Iran–AS di Jenewa belum mencapai kesepakatan, sementara di lapangan, IRGC menunjukkan kesiapan menghadapi armada asing. Rusia, yang semakin intensif memperluas pengaruh militernya di Timur Tengah, melihat kesempatan untuk memperkuat hubungan strategis dengan Teheran.

Detail Latihan
Latihan gabungan ini akan melibatkan kapal perang, unit rudal, dan manuver strategis di Laut Oman. Laksamana Muda Hassan Maghsoudloo, juru bicara latihan, menegaskan bahwa tujuan utama adalah memperkuat koordinasi militer, meningkatkan kemampuan tempur gabungan, serta mengirim pesan bahwa Iran dan Rusia siap menghadapi tekanan eksternal.

Dekat Kapal Induk AS
Keberadaan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan membuat latihan ini semakin sensitif. Banyak analis menilai bahwa manuver Iran–Rusia adalah bentuk “tantangan terbuka” terhadap dominasi militer Amerika di Teluk. Dengan menempatkan latihan di lokasi strategis, kedua negara ingin menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi kehadiran armada AS.

Pesan Geopolitik

  • Pesan ke AS: Iran dan Rusia ingin menegaskan bahwa mereka mampu mengimbangi kehadiran militer Amerika di kawasan.
  • Pesan ke Dunia: Rusia memperluas pengaruhnya ke Timur Tengah, sementara Iran menunjukkan bahwa mereka punya mitra strategis kuat.
  • Pesan ke Pasar Energi: Jalur perdagangan minyak di Teluk bisa kembali terancam jika ketegangan meningkat.

Analisis: Babak Baru Poros Timur
Latihan ini bukan sekadar unjuk kekuatan militer. Ia mencerminkan pergeseran geopolitik global menuju multipolaritas. Rusia, Iran, dan bahkan China (yang sebelumnya ikut serta dalam latihan di Selat Hormuz) berusaha membangun blok kekuatan baru yang menantang hegemoni Barat.

Dunia Menunggu
Apakah latihan ini hanya sekadar simbol solidaritas militer, atau akan memicu eskalasi baru di kawasan Teluk? Yang jelas, kolaborasi Iran–Rusia di Laut Oman menandai babak baru dalam peta geopolitik global.

LihatTutupKomentar