Trump Pangkas Latihan Militer AS-Korea Selatan Usai Seoul Tolak Dukung Operasi di Iran

Trump Pangkas Latihan Militer AS-Korea Selatan Usai Seoul Tolak Dukung Operasi di Iran


WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan Kementerian Pertahanan (Pentagon) untuk memangkas secara signifikan keterlibatan pasukan Amerika dalam latihan militer gabungan tahunan Ulchi Freedom Shield bersama Korea Selatan. Keputusan drastis yang diumumkan pada Senin (17/8/2026) ini dipicu oleh kekecewaan Washington atas penolakan Seoul untuk memberikan dukungan militer dalam konfrontasi AS melawan Iran, di samping kalkulasi biaya operasional serta diplomasi dengan Pyongyang.

Instruksi pembatasan persenjataan dan personel AS tersebut diresmikan di tengah berjalannya simulasi tempur skala besar yang telah dimulai pada hari yang sama. Melalui unggahan di platform Truth Social dan konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengkritik enggan hadirnya Korea Selatan dalam membantu sekutu utamanya, terlepas dari fakta bahwa Washington telah menempatkan puluhan ribu personel militer untuk menjaga stabilitas Semenanjung Korea selama puluhan tahun.

Baca Juga Ancaman Tarif 50% AS Membayangi Kanada: Negosiasi Perdagangan Terancam Buntu

"Korea Selatan telah kita lindungi selama bertahun-tahun. Ketika saya menghubungi Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung baru-baru ini untuk meminta bantuan di Iran, dia menolak," ujar Trump di Ruang Oval. "Kami menempatkan puluhan ribu prajurit di sana untuk mengantisipasi ancaman Kim Jong Un, namun mereka enggan mendukung operasi yang sangat krusial bagi kami."

Sengketa Anggaran Pertahanan dan Transisi Fokus Geopolitik

Perselisihan ini memperlebar retak diplomasi antara Washington dan Seoul terkait pembagian beban biaya pertahanan (cost-sharing). Pada masa kepresidenan pertamanya, Trump menekan Seoul untuk menaikkan kontribusi tahunan hingga $3 miliar (sekitar Rp46,8 triliun). Langkah tersebut dihentikan pada era pemerintahan sebelumnya, namun kini kembali dituntut hingga menyentuh angka $10 miliar per tahun.

Sikap keras Washington tercermin dari pengalihan aset strategis secara bertahap dari kawasan Indo-Pasifik menuju kawasan Teluk. Pentagon mengonfirmasi penarikan beberapa unit sistem pertahanan udara dari Semenanjung Korea serta pengerahan kapal induk USS George Washington keluar dari Samudra Pasifik guna memperkuat posisi armada AS di Timur Tengah. Pemindahan alutsista utama ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan maritim dan penutupan rute distribusi energi di Selat Hormuz.

Respons Seoul dan Dampak Strategis bagi Semenanjung Korea

Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Blue House) menyatakan tengah meninjau arahan terbaru Gedung Putih, seraya menegaskan komitmen untuk menjaga postur pertahanan gabungan. Latihan Ulchi Freedom Shield—yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus—melibatkan sekitar 18.000 prajurit Korea Selatan. Simulasi tahun ini dirancang khusus guna meredam ancaman perang siber, gangguan sistem GPS, hingga serangan wahana nirawak (drone) dari wilayah utara.

Analis militer sekaligus pensiunan Letnan Jenderal Korea Selatan, In-Bum Chun, menilai langkah pengurangan skala latihan oleh Amerika Serikat akan memicu perdebatan politik domestik yang intens di Seoul. Fraksi konservatif diperkirakan akan semakin mendesak percepatan program pembentukan armada kapal selam bertenaga nuklir mandiri, sementara kelompok moderat mengkhawatirkan erosi komitmen payung keamanan AS di Asia Timur.

Baca Juga Blokade Selat Hormuz Berlanjut: Teheran Tuntut AS Penuhi Syarat Kesepakatan Sementara

Langkah Trump memangkas latihan gabungan ini mengulang keputusan serupa pada 2018 setelah pertemuan puncaknya dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. Saat ini, ketegangan di perbatasan antar-Korea tetap tinggi menyusul tembakan peringatan yang dilepaskan militer Korea Selatan terhadap infiltrasi pasukan darat Pyongyang akhir pekan lalu, menegaskan rapuhnya stabilitas keamanan di Semenanjung Korea di tengah pergeseran prioritas militer AS.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan di tengah Postingan 2

Kode Iklan atau kode lainnya