Trump Ancam Hancurkan Benteng Bawah Tanah Gunung Pickaxe Iran
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman militer baru dengan menargetkan Gunung Pickaxe, sebuah situs bawah tanah berbenteng kokoh di Iran yang menjadi perhatian sekuritas global. Dalam wawancara radio di Hugh Hewitt Show pada Senin (13/7), Trump memperingatkan Teheran untuk bersiap menghadapi serangan udara AS berikutnya. Langkah agresif ini menandakan eskalasi baru dalam kampanye militer Washington untuk melumpuhkan total sisa-sisa program nuklir republik Islam tersebut.
Baca Juga Uni Eropa Gelontorkan €3,2 Miliar untuk Ukraina, Dana Drone Segera Menyusul
"Kita akan merebut Gunung Pickaxe. Katakan pada Iran untuk bersiap-siap," cetus Trump dengan nada menantang. Komando militer Amerika dilaporkan terus memantau perimeter situs tersebut secara intensif. Kendati intelijen Pentagon belum mendeteksi pergerakan masif di area permukaan, Trump menegaskan bahwa target finansial dan fisik nuklir Iran akan terus dibombardir secara berkala guna memastikan Teheran tidak mampu melakukan pengayaan uranium lebih lanjut.
Spesifikasi Teknis Benteng yang Mustahil Tembus
Ancaman Trump kali ini bukan tanpa risiko taktis yang masif. Gunung Pickaxe, yang terletak strategis di dekat fasilitas nuklir Natanz yang sebelumnya sudah rusak parah, bukan sekadar bukit batu biasa. Lokasi ini melindungi dua kompleks terowongan raksasa yang tertanam sangat dalam di bawah lapisan granit. Kedalamannya setara dengan gedung pencakar langit puluhan tingkat yang dibenamkan ke dalam bumi.
Para pakar persenjataan internasional menilai situs ini sebagai salah satu titik paling aman di dunia. Bahkan, struktur pertahanan geologis di Pickaxe diprediksi berada di luar jangkauan Massive Ordnance Penetrator (MOP), bom penghancur bunker (bunker buster) paling masif dan mematikan yang dimiliki dalam gudang senjata konvensional Angkatan Udara AS saat ini. Serangan ke wilayah ini dipastikan membutuhkan kalkulasi militer yang belum pernah diuji coba sebelumnya.
Blokade Teluk dan Taruhan Logistik Energi Global
Selain membidik fasilitas bawah tanah, Gedung Putih juga menaikkan tensi di jalur maritim. Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat akan memberlakukan kembali blokade total terhadap seluruh pelayaran komersial maupun militer Iran di perairan Teluk. Washington berambisi mengamankan Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi kapal tanker internasional, namun Trump menegaskan opsi tersebut harus dibayar mahal oleh negara-negara yang diuntungkan oleh pengamanan AS.
Baca Juga Binance Hadapi Tekanan Regulasi, Tegaskan Tidak Akan Tinggalkan Eropa
Keputusan sepihak ini diambil setelah kedua belah pihak terlibat aksi saling balas yang sengit menggunakan gelombang rudal jelajah dan pesawat tak berawak (drone) selama beberapa pekan terakhir. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini dan besok. Tidak ada satu pun yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," pungkas Trump. Konfrontasi terbuka ini diprediksi akan kembali memicu guncangan pada pasar pasokan energi dan memperumit ruang negosiasi diplomatik yang tersisa.
