Ukraina Robotisasi Armada Lapis Baja Soviet: Konversi BRDM-2 Jadi Kendaraan Tempur Jarak Jauh
Ukraina Robotisasi Armada Lapis Baja Soviet: Konversi BRDM-2 Jadi Kendaraan Tempur Jarak Jauh
KYIV – Direktorat Kegiatan Inovasi Angkatan Bersenjata Ukraina memelopori konversi massal kendaraan pengintai lapis baja BRDM-2 era Soviet menjadi kendaraan darat tanpa awak (unmanned ground vehicle/UGV) yang dikendalikan secara nirkabel. Langkah ini diambil untuk menembus kebuntuan taktis di garis depan, di mana intaian ketat drone udara musuh melumpuhkan pergerakan infanteri secara konvensional.
Program modernisasi taktis ini berfokus pada penggantian total mesin bensin tua GAZ buatan Soviet dengan unit mesin diesel berdaya tinggi buatan General Motors atau Mercedes, lengkap dengan transmisi otomatis. Modifikasi teknis tersebut memungkinkan unit armada robotik baru ini membawa modul tempur yang dilengkapi senapan mesin otomatis kaliber minimum 12,7 mm, serta dikendalikan dari jarak jauh hingga radius 1.000 kilometer melalui tautan satelit terenkripsi.
Integrasi Artificial Intelligence dan Sistem Komando Delta
Konversi armada veteran ini tidak sekadar mengubah transmisi manual menjadi kendali jarak jauh mekanis. Kolonel Vladyslav Voloshyn dari Angkatan Bersenjata Ukraina menegaskan bahwa lambung bawah kendaraan telah dilapisi proteksi anti-ranjau tambahan, ban tubeless tahan tembakan, serta sistem kendali nirkabel cadangan. Seluruh unit UGV tempur ini terintegrasi langsung dengan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan sistem komando terpadu Delta.
"UGV tempur tanpa dukungan computer vision tidak akan beroperasi secara efektif di medan nyata," ujar Andrii Hrytseniuk, Chief Executive Officer lembaga pengembang teknologi pertahanan Ukraina, Brave1. "Seluruh kubah tembak modern kami memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pemindaian visual, klasifikasi target otomatis, hingga pemberian rekomendasi aksi menembak bagi operator."
Pasokan Rudal North Korea dan Eskalasi Operasi Jarak Jauh
Upaya otomatisasi darat Kyiv berlangsung di tengah peningkatan eskalasi artileri lawan. Direktorat Intelijen Militer Ukraina (GUR) mengonfirmasi bahwa Pyongyang telah menyuplai sekitar 50 unit rudal balistik tipe KN-23, KN-24, dan varian hulu ledak berat KN-30 (Hwasong-11C) ke Rusia. Selain pasokan amunisi balistik, Korea Utara dilaporkan telah mengerahkan sekitar 8.500 personel militer tambahan ke Oblast Kursk, termasuk 400 operator drone taktis.
Baca Juga Iran Bersumpah Balas 'Pukulan Sanksi' Terberat AS: Konflik Selat Hormuz Kian Memanas
Guna mengimbangi defisit rudal pencegat pertahanan udara seperti sistem Patriot, militer Ukraina meningkatkan frekuensi serangan balasan berjarak jauh. Serangan armada nirawak Ukraina berhasil menghantam Kilang Minyak Perm di kedalaman 1.600 kilometer di dalam wilayah Rusia, serta merusak pangkalan udara strategis Marinovka dan Akhtubinsk. Pada saat yang sama, Kyiv tengah bernegosiasi untuk mengintegrasikan terminal internet satelit Starlink pada drone serang guna memburu posisi peluncur rudal balistik musuh sebelum sempat dilepaskan.

Posting Komentar untuk "Ukraina Robotisasi Armada Lapis Baja Soviet: Konversi BRDM-2 Jadi Kendaraan Tempur Jarak Jauh"