Korban Jiwa Bencana Banjir Bandang Nepal Tembus 160 Orang: Ratusan Peziarah dan Wisatawan Hilang
Korban Jiwa Bencana Banjir Bandang Nepal Tembus 160 Orang: Ratusan Peziarah dan Wisatawan Hilang
KATHMANDU – Banjir bandang dan tanah longsor hebat yang menerjang wilayah utara-tengah Nepal menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan hampir 1.500 lainnya hilang. Korban hilang mencakup lebih dari 700 wisatawan asing serta ratusan peziarah yang terjebak di jalur pegunungan terisolasi menuju wilayah Tibet.
Upaya pencarian dan penyelamatan melibat kekuatan penuh militer Nepal di tengah kehancuran total di Distrik Rasuwa—area pusat bencana yang berbatasan langsung dengan wilayah otonom Tibet. Sapuan air bah dan material lumpur dari lereng Himalaya menghancurkan infrastruktur jalan, jembatan, serta permukiman dalam waktu singkat.
"Tidak ada bangunan atau permukiman tersisa. Seluruh kawasan rata dengan tanah," ungkap Sagar Pandey, Chief Executive sebuah operator tur Himalaya, kepada Reuters usai memantau zona bencana dari udara via helikopter. "Siapa pun yang berada di dalam hotel, restoran, maupun kendaraan saat kejadian, hampir dipastikan tersapu."
Jalur Ziarah Kailash Lumpuh Total
Bencana terburuk terjadi di tengah puncak musim ziarah menuju Gunung Kailash, situs suci di dataran tinggi Tibet yang dihormati umat Hindu dan Buddha. Bulan Agustus biasanya menjadi periode paling ramah bagi peziarah untuk melintasi rute Himalaya sebelum cuaca ekstrem musim dingin tiba.
Gelombang kepanikan meluas hingga ke India selatan. Puluhan keluarga membanjiri kantor agen perjalanan dan posko darurat pemerintah untuk mencari kejelasan nasib kerabat mereka yang terputus kontak.
Syed Sadique, pemilik agen perjalanan Super Yathra di Tamil Nadu, mengonfirmasi bahwa dari 60 jemaah yang ia berangkatkan, tiga lusin di antaranya hilang—termasuk putranya sendiri yang bertugas sebagai pemandu rombongan.
"Kelompok kami bepergian menggunakan tiga bus," tutur Sadique. "Satu armada berisi 20 orang berhasil selamat menembus rute bahaya, tetapi penumpang melaporkan melihat bus kedua terperosok dan jatuh ke dasar jurang."
Medan Berat Hambat Operasi Evakuasi
Selain jalur ziarah, Distrik Rasuwa merupakan kawasan favorit para pendaki internasional (trekker). Kendati Agustus bukan puncak musim pendakian, otoritas setempat mengonfirmasi puluhan wisatawan asing diperkirakan sedang berada di jalur perlintasan saat longsor melanda.
Akses komunikasi yang terputus total serta kerusakan fatal pada jalur darat utama menyulitkan pengiriman bantuan logistik dan alat berat ke titik-titik evakuasi. Helikopter penyelamat menjadi satu-satunya moda transportasi yang dapat diandalkan, meski penerbangan berkali-kali tertunda akibat cuaca buruk dan kabut tebal yang menyelimuti lembah Himalaya.

Posting Komentar untuk "Korban Jiwa Bencana Banjir Bandang Nepal Tembus 160 Orang: Ratusan Peziarah dan Wisatawan Hilang"