AS Lumpuhkan Jaringan Peretas Tiongkok: Departemen Kehakiman, NASA, hingga Federal Reserve Jadi Sasaran Intrusi
AS Lumpuhkan Jaringan Peretas Tiongkok: Departemen Kehakiman, NASA, hingga Federal Reserve Jadi Sasaran Intrusi
WASHINGTON – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) bersama gabungan lembaga intelijen siber mengumumkan keberhasilan pengambilalihan dan penyitaan domain utama yang digunakan dalam operasi peretasan global asal Tiongkok. Kampanye siber berskala besar ini diketahui menyasar lembaga pemerintah paling sensitif di Washington, termasuk Departemen Kehakiman, NASA, bank sentral Federal Reserve, hingga Senat AS.
Baca Juga Misi Rahasia ke Moskow: Direktur CIA Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pejabat Tinggi Rusia
Penindakan hukum tersebut memutus akses dua platform pemindaian dan penyusupan utama yang dikenal sebagai QScan dan QTRouter. Dokumen pengadilan federal mengungkap bahwa kedua infrastruktur siber tersebut dioperasikan oleh kontraktor teknologi swasta yang berbasis di Tiongkok, Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company. Perusahaan ini disinyalir bekerja langsung untuk Kementerian Keamanan Negara RRT serta Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Kedutaan Besar Tiongkok di Washington membantah keras tuduhan tersebut. Pihaknya menegaskan Beijing melarang segala bentuk kejahatan siber sembari menuduh Washington kerap menggunakan narasi keamanan nasional untuk mendiskreditkan entitas bisnis Tiongkok.
Jejak Infiltrasi Enam Tahun dan Sasaran Sektor Kritis
Operasi peretasan ini telah berlangsung lama. Data analisis gabungan dari FBI, Badan Keamanan Nasional (NSA), dan Komando Siber AS merekam jejak intrusi sistem yang dimulai sejak 2018. Para peretas secara konsisten memanfaatkan celah keamanan pada jaringan privat virtual (VPN) serta infrastruktur komunikasi internal untuk memindai target potensial.
Daftar korban melintas ke berbagai sektor vital: Departemen Energi, Institut Kesehatan Nasional (NIH), Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), hingga kontraktor pertahanan dan empat perusahaan swasta di AS serta Korea Selatan. Pada September 2024, penyusupan terdeteksi menyerang tiga laboratorium penelitian energi dan produsen perangkat keamanan AS. Paling baru, pada Maret 2026, kelompok ini melancarkan pemindaian masif terhadap jaringan Senat AS dan fasilitas rumah sakit, walau beberapa upaya akses berujung kegagalan akibat benteng pertahanan siber yang ketat.
Pergeseran Taktik: Penggunaan Kontraktor Swasta Ofensif
Pengungkapan peretasan ini mengonfirmasi tren pergeseran strategi intelijen siber Beijing yang makin mengandalkan pihak ketiga. Pemerintah Tiongkok kini rutin mentransfer misi-misi infiltrasi berisiko tinggi kepada jaringan kontraktor swasta ketimbang mengeksekusinya secara langsung dari markas militer.
"Selama satu dekade terakhir, lanskap industri siber Tiongkok berkembang pesat dengan menjamurnya perusahaan-perusahaan swasta yang menjajakan layanan siber ofensif khusus bagi lembaga intelijen negara," tutur Dakota Cary, analis senior Tiongkok di perusahaan keamanan siber SentinelOne.
Langkah tegas Washington menyita domain QScan dan QTRouter berhasil merusak saluran komunikasi yang dipakai para peretas untuk mengontrol malware mereka. Kendati demikian, otoritas keamanan AS tetap memberlakukan status siaga tinggi mengingat kemampuan adaptasi infrastruktur siber Tiongkok yang dikenal sangat cepat dalam membangun kembali jaringan penyusupan baru.

Posting Komentar untuk "AS Lumpuhkan Jaringan Peretas Tiongkok: Departemen Kehakiman, NASA, hingga Federal Reserve Jadi Sasaran Intrusi"