Trump Berharap Perang Iran Segera Usai di Tengah Membaranya Front Yaman dan Fluktuasi Pasar Minyak

Trump Berharap Perang Iran Segera Usai di Tengah Membaranya Front Yaman dan Fluktuasi Pasar Minyak



WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutarakan harapannya agar perang melawan Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan dapat segera berakhir. Pernyataan ini mencuat pada Rabu malam di tengah eskalasi pertempuran yang kian meluas, ditandai gempuran udara masif Arab Saudi ke wilayah Yaman serta hujan drone dan rudal balistik milisi Houthi ke kota-kota strategis Kerajaan.

Meskipun dinamika militer di lapangan terus memanas, Trump mengklaim telah menerima sinyal diplomas langsung dari Teheran yang mengindikasikan keinginan untuk menyudahi konflik.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita lihat saja bagaimana hasilnya," ujar Trump kepada wartawan tanpa merinci saluran komunikasi langsung yang digunakannya dengan otoritas Iran.

Pernyataan optimis tersebut dilontarkan hanya beberapa jam setelah eskalasi baru meletus di pesisir Laut Merah. Penetrasi militer Houthi yang disokong Teheran di Yaman serta gangguan terhadap jalur pipa minyak utama Arab Saudi kian meluaskan perimeter perang, menaikkan tingkat risiko pasokan energi global ke titik krusial.

Ancaman Pasokan Energi Global dan Pertemuan Darurat di PBB

Eskalasi pertempuran darat dan udara ini memberi tekanan hebat pada pasar keuangan dunia. Terhentinya operasional Pipa Minyak Timur-Barat Arab Saudi berpotensi memangkas hingga 4 persen pasokan minyak dunia, melengkapi penutupan Selat Hormuz yang sebelumnya menyalurkan seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.


Gejolak pasar tersebut sempat mendorong harga minyak mentah Brent melonjak mendekati $108 per barel pada perdagangan Rabu, dengan harga bahan bakar diesel di pasar domestik AS menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di atas $6,30 (sekitar Rp103.000) per galon.

Namun, harga minyak mentah Brent berjangka terkoreksi turun 1,2 persen menjadi $104,59 per barel pada Kamis pagi usai Riyadh menawarkan pengiriman kargo minyak mentah tambahan via Oman. Kenaikan harga energi ini menjadi isu politik sensitif bagi Partai Republik jelang pemilu sela November mendatang.

Guna meredam krisis geopolitik yang kian tidak terkendali, Trump dijadwalkan menggelar pertemuan khusus dengan para pemimpin dan menteri luar negeri negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di sela-sela Sidang Umum PBB pekan depan.

Hujan Rudal Houthi dan Pembatasan Akses Diplomasi AS

Di lapangan, situasi keamanan justru menunjukkan arah sebaliknya dari sinyal damai yang diembuskan Washington. Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan baru menggunakan drone dan rudal yang mengincar pelabuhan minyak utama Laut Merah di Yanbu serta Pangkalan Udara Khamis Mushait di selatan Arab Saudi.

Saree menyebut penerbangan jet tempur koalisi telah memuntahkan sedikitnya 450 serangan udara di wilayah Yaman dalam kurun sepekan terakhir.

"Pasukan kami terus bergerak maju dan menguasai kendaraan lapis baja lawan di sektor gurun," tegas Saree melalui rekaman video propaganda terbaru kelompoknya.

Menanggapi memburuknya situasi keamanan di perbatasan, Departemen Luar Negeri AS memperketat peringatan perjalanan (travel advisory) untuk Arab Saudi. Pemerintah AS melarang seluruh staf diplomatik dan pegawai pemerintahannya bepergian dalam radius 30 kilometer dari garis perbatasan Yaman hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Posting Komentar untuk "Trump Berharap Perang Iran Segera Usai di Tengah Membaranya Front Yaman dan Fluktuasi Pasar Minyak"