Duta Besar AS Kunjungi Tepi Barat usai Gelombang Serangan Pemukim Israel Sasar Warga Amerika
Duta Besar AS Kunjungi Tepi Barat usai Gelombang Serangan Pemukim Israel Sasar Warga Amerika
TURMUS AYYA – Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, melakukan kunjungan langka ke kota Turmus Ayya di Tepi Barat pada Sabtu. Langkah diplomatik ini diambil di tengah meluasnya gempuran aksi kekerasan oleh pemukim sayap kanan Israel serta desakan internasional agar Washington mengambil tindakan tegas guna melindungi puluhan ribu warga Palestina berpaspor AS yang menetap di wilayah pendudukan tersebut.
Kota Turmus Ayya menjadi titik krusial karena sekitar 80 persen dari total penduduknya memegang kewarganegaraan ganda AS-Palestina. Di lokasi tersebut, Huckabee menggelar dialog tertutup dengan para korban serangan, termasuk Hadeel Jabara—seorang ibu Palestina-Amerika yang suaminya, Omar, tewas dibunuh rombongan pemukim ekstremis pada 2023.
Baca Juga Benteng Keamanan Teluk: AS Setujui Penjualan Senjata $5 Miliar ke Arab Saudi di Tengah Perang Iran
Setidaknya enam warga negara AS berkebangsaan Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan militer maupun serangan pemukim Israel di Tepi Barat sejak awal 2024.
"Pemerintah Israel seharusnya berkepentingan untuk menindak tegas mereka yang melakukan aksi kriminal dan terorisme ini," ujar Huckabee kepada wartawan usai pertemuan. Mantan gubernur yang juga pendeta Baptis tersebut mengklaim bahwa aksi kekerasan tersebut hanya dilancarkan oleh "sekelompok kecil perampok" yang jumlahnya tak lebih dari beberapa ratus orang.
Skeptisisme Warga dan Pencabutan Sanksi Ekstremis
Pernyataan Huckabee yang mengerdilkan jumlah pelaku kekerasan langsung menuai kritik tajam dari pejabat lokal. Juru bicara pemerintah kota Turmus Ayya, Yasser Alkam, menegaskan bahwa kelompok pemukim yang melakukan perusakan, pembakaran, dan penembakan berjumlah ribuan orang—bukan sekadar segelintir ekstremis.
Alkam menilai Washington sebenarnya memegang kendali politik yang cukup besar untuk mendesak otoritas Israel menangkap para pelaku yang identitasnya sudah kantongi aparat keamanan. Kekecewaan warga kian memuncak mengingat Presiden Donald Trump pada Januari 2025 lalu justru mencabut sanksi finansial dan pembatasan visa yang sebelumnya dijatuhkan pemerintahan Biden terhadap kelompok pemukim sayap kanan radikal di Tepi Barat.
Di sisi lain, Huckabee bergeming dan menegaskan batas kewenangan diplomatiknya. Ia menyatakan bahwa Kedutaan Besar AS tidak memiliki yurisdiksi penegakan hukum di wilayah tersebut dan hanya bisa menggunakan jalur persuasi diplomatik terhadap pemerintah PM Benjamin Netanyahu.
Escalation di Bawah Pemerintahan Sayap Kanan Israel
Eskalasi kekerasan pemukim terhadap warga Palestina mencapai rekor tertinggi sejak koalisi pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel resmi berkuasa pada akhir 2022. Komunitas Palestina yang dihuni sekitar 3 juta jiwa—termasuk puluhan ribu pemegang paspor AS—kini menghadapi pembatasan ruang gerak yang kian ketat di bawah kendali militer.
Di sekitar Turmus Ayya, blok permukiman Yahudi seperti Shiloh terus meluas dan menggepit desa-desa warga lokal. Penempatan Huckabee—sosok penginjil evangelis pertama yang menduduki posisi Duta Besar AS untuk Israel—membuat arah kebijakan Washington di Tepi Barat kian disorot, terutama dalam menyeimbangkan perlindungan bagi warganya di tengah gesekan geopolitik yang kian memanas.
.png)
Posting Komentar untuk "Duta Besar AS Kunjungi Tepi Barat usai Gelombang Serangan Pemukim Israel Sasar Warga Amerika"